Masih Dalam Pengerjaan
Ini menjadi hal menarik yang saya alami. Ketika awalnya saya hanya menghadapi keseharian yang normal-normal saja. Tanpa ada rutinitas yang berarti. Kemudian dihadapkan dengan yang namanya “bekerja”…
Maka rasa kaget pun mulai menjumpai. Dalam hati pun berkata. “Ini toh arti bekerja sebenarnya?”
Saya pun tersadar. Dulu saya sangat terlena dengan kenyamanan. Seperti analogi kodok yang direbus pelan-pelan. Dia tidak sedang merasa dimasak. Hanya sauna yang mematikan pada akhirnya.
Saya merasa tertampar. Ini menjadi alarm peringatan bagi saya untuk berubah.
Kini saya perlu mengerjakan sesuatu yang seharus saya kerjakan. Agar ke depannya saya terbiasa.
Awalnya mungkin sulit, sekarang saat saat menjalani pun begitu. Namun nanti pasti akan lebih baik dan bisa mengikuti.