Menemukan Ritme Menulis

Lucu juga saat membaca kembali tulisan Tantangan 30 Hari Menulis Tanpa Henti. Karena kenyataannya, tantangan tersebut GAGAL TOTAL. Yup… Baru menulis 2 blog artikel tantangan terhenti. Entah kenapa alasannya, sampai saya lupa.

Padahal saat itu saya sangat menggebu-gebu. Apalagi buku yang saya beli banyak. Tumpukannya pun masih setia menghiasi meja kerja saya. Lalu sudah 5 kelas menulis sejauh ini saya ikuti. Tapi, saya belum bisa menemukan ritme menulis yang pas.

Sebuah Hutang

Bisa jadi saat itu saya belum punya niatan kuat untuk menulis. Ibarat baru mau perang dan berjalan 5 langkah sudah menyerah. Sayang sekali memang, momentum yang sudah terbangun jadi hilang sia-sia.

Kali ini, saya ingin mengumpulkan niat lagi untuk menulis. Sesuai tema resolusi saya yang salah satunya yaitu berkarya. 

Sekalian saya ingin melunasi hutang tantangan sebelumnya. Masak ya ngga bisa 30 hari? Padahal dulu pernah melakukan hal serupa. Hasilnya memang dapat 30 tulisan. Tapi ya… asal kejar kuantitas saja.

Tulisan Adalah Warisan

Harapan kecil saya, seandainya ada yang membaca tulisan saya nanti. Mereka bisa tahu bagaimana saya memandang dunia ini. Serta bisa belajar dari kesalahan saya, agar mereka tidak mengulanginya.

Tapi sebelum sampai di sana. Tangan yang masih kaku ini harus sering dilatih. Apa gunanya harapan jika tidak disertai dengan persiapan yang matang.

Menemukan Ritme 

Maka saya ingin menemukan ritmenya. 

Memang sedikit terlambat untuk hal itu. Namun, daripada tidak sama sekali. Saya harus memulai dengan mendisiplinkan diri untuk menulis. Entah apa yang ada di otak ini harus dituangkan.

Selain itu, membaca juga jadi faktor penting dalam kayanya tulisan kita nanti. Terlihat banyak kalimat yang kurang saya kembangkan. Ada diksi-diksi yang perlu saya tambah. Serta tulisan saya masih terlihat kurang rapi dan sedikit membosankan.

Jadi, PR saya ada dua sekarang yaitu membaca buku dan menulis. Setelah lancar semuanya saya juga ingin berbagi tips. 

Cara Lain Untuk Cuan

Walau masih ada yang meremehkan pentingnya menulis. Tapi, banyak yang sudah membuktikan orang bisa dapat cuan lewat tulisan. Saya melihatnya sendiri dan juga ingin jadi bagian orang yang menghasilkan pundi-pundi uang dengan jadi penulis.

Perjalanannya memang bak marathon — panjang dan lama. Tapi saya yakin, kalau sudah konsisten dalam melakukan apa pun pasti membuahkan hasil yang baik.

“Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala namun satu tulisan bisa menembusi beribu kepala, malah jutaan.”

Sayyid Qutb

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.