Categories
Rasanya Seminggu

Rasanya Seminggu Bikin Jurnal Lagi

Rasanya seminggu adalah serial tulisan blog yang merangkum tentang apa yang saya pelajari dalam 1 minggu. Kali ini, saya akan membahas pengalaman saya menulis jurnal lagi yang (mungkin) lebih baik dari sebelumnya.

Bisa dibilang kalau soal tulis menulis sudah saya lakukan dari SD (Sekolah Dasar). Saat itu jamanya diari. Walau saya sudah tidak menyimpan lagi diari tersebut. Seingat saya, diari yang saya tulis saat itu masih tentang keseharian yang sering saya lakukan. Hanya saja, seperti biasa saya tidak selalu rutin menulisnya.

Belakangan saya berkenalan dengan yang namanya jurnal. Saya semakin penasaran hingga saya mencari referensinya di internet. Baru serius pun baru 2-3 tahun terakhir. Sebelumnya, saya kumat-kumatan membuat diari. Namun, semenjak saya tahu otak kita itu terbatas daya ingatnya (saya yang orangnya pelupa juga). Akan lebih baik apabila kita bisa menyimpan kenangan tersebut dalam media lain. Nah, karena saya ingatnya dulu sukanya nulis. Akhirnya, saya memilih untuk membuat jurnal. Dalam KBBI jurnal memiliki arti sebagai berikut.

jurnal/jur·nal/ n 1 (buku) catatan harian; 2 surat kabar harian; 3 Dag buku yang dipakai sebagai buku perantara antara buku harian dan buku besar; 4 Dag buku yang dipakai untuk mencatat transaksi berdasarkan urutan waktu; 5 majalah yang khusus memuat artikel dalam satu bidang ilmu tertentu; -- olahraga catatan mengenai olahraga

Dari penjelasan di atas. Terbaca bahwa jurnal itu catatan harian yang kita buat. Nah disini saya ambil contoh jurnal yang mulai serius (inginnya) saya buat. 12 April 2020 saya memulainya. Tapi itu tidak berlangsung lama. Hanya sampai tanggal 25 April 2020.

Tulisan Juran dengan gaya diari.

Gaya tulisannya seperti yang terlihat masih seperti diari. Menceritakan peristiwa yang terjadi saat itu. Tidak semuanya hanya sekenanya saja. Di awal memang menulisnya panjang-panjang. Hingga di suatu masa saat kejenuhan mulai melanda lagi. Tulisannya jadi seperti ini.

Mulai tulisan singkat

Sangat singkat, padat dan tidak jelas kan? He He…

Lalu kemudian saya mulai hiatus lagi menulis jurnal. Hingga di tanggal 03 Oktober 2021 dengan buku jurnal baru yang sekarang tanpa garis alias plain notebook. Saya memulai menulis jurnal lagi.

Jurnal yang Baru

Awalnya sangat meyakinkan… Pasti saya akan rajin saya menulisnya. (Itu pikir saya). Tepat 10 Oktober 2021 yang artinya 7 hari dari mulai saya menulis lagi. Saya kehilangan gairah lagi. 

Akhirnya saya menyadari apa yang menjadi penyebab kenapa saya selalu berhenti menulis di tengah jalan. Mau tahu jawabannya? (Seperti mau buat kuis saja).

Jawabannya karena saya masih menulis dengan gaya diari. Itu pekerjaan yang bagi saya ternyata memeras isi pikiran. Saya baru menyadari, kalau saya saat membuat sesuatu harus ada struktur yang jelas. Maksudnya, perlu ada penuntunnya. Ini yang membuat saya menonton kembali youtuber-youtuber yang memang suka membuat jurnal dan melihat bagaimana mereka membuat jurnal mereka.

Setelah beberapa video saya tonton. Akhirnya saya membuat template jurnal versi saya sendiri. Template jurnal ini saya buat dari pemikiran bahwa setiap hari itu pasti ada hal yang bisa kita ambil nilai-nilainya. Serta ada pelajaran yang bisa saya petik kalau seandainya saya membacanya kembali. Kalau formatnya diari itu akan pasti memakan waktu. Makanya akhirnya muncullah template ini.

Template Jurnal

Mungkin fotonya kurang jelas. Baik saya akan bahas ulang lagi templatenya disini. Pengantar awalnya, dalam membuat jurnal kali ini saya harus bisa membuatnya sesederhana mungkin, menyimpan kenangan dengan baik dan tetap ada hal baik yang bisa saya pelajari di kemudian hari. Templatenya akan tetap sama setiap hari. 

Apa yang saya syukuri hari ini (min. 3)

Saya menulis minimal 3 hal yang bisa saya syukuri hari ini. Tulisannya pun singkat saja. Contohnya saya bersyukur hari ini masih diberikan kesehatan atau bersyukur bisa bertemu dengan teman lama. Yang jadi poin disini adalah kita harus tetap bersyukur walau itu hal sekecil apa pun.

Hal penting yang terjadi hari ini (min. 3)

Saya ingin menangkap kejadian-kejadian yang terjadi sekeliling saya. Bisa juga itu mempengaruhi kehidupan saya. Seperti melakukan hal pertama kali, mendapatkan berita yang kurang menyenangkan atau hal-hal lain yang mungkin harus saya ingat di masa yang akan datang.

Hal yang bisa membuat saya lebih baik hari ini (min. 3)

Terkadang ada hari-hari yang tidak sesuai kita harapan atau malah ada sesuatu yang harusnya kita melakukan lebih baik bila kita melakukan hal yang sebaliknya di hari itu. Ini pun jadi pengingat, jika kita bisa belajar dari apa yang terjadi sebelumnya.

Hal yang harus saya lakukan besok (min. 3 – maks 5)

Nah, ada kata pepatah bila kamu tidak merencanakan sesuatu maka sama saja kamu itu sedang merencanakan kegagalanmu. Untuk itu, saya mulai membuat rencana apa saja yang bisa lakukan keesokan harinya. Hal ini berguna bagi otak kita. Kita tidak perlu mengingat apa yang harus kita lakukan hari ini. Karena kemarinnya kita sudah mencatatnya. Tinggal kita sesuaikan skala prioritasnya. Mau yang mana dilakukan lebih dulu. Saya buat juga maksimal 5 pekerjaan atau kegiatan yang harus saya lakukan di satu hari itu. Angka 5 ini bagi saya sudah cukup banyak untuk bisa kita lakukan dalam 1 hari. Apa lagi kalau itu pekerjaan skalanya besar. Waktu juga kan sangat terbatas ya? Jadi harus pintar-pintar kita mengelola kegiatan kita.

Catatan penting hari ini

Saya merangkum 1 kalimat yang mewakili apa yang terjadi hari ini. Bisa juga menjadi sebuah pengingat atau kata-kata motivasi yang berhubungan di hari itu.

Jadi itu penjelasan dari template yang saya buat. Ini salah satu sekilas jurnal yang saya buat dengan format baru tersebut.

Jurnal dengan template baru

Lalu bagaimana rasanya setelah seminggu saya melakukan jurnal dengan format yang baru?

Disini saya mulai merasa teratur dalam menulis apa yang ingin saya tulis. Saya juga merasa tertantang untuk menangkap momen apa yang terjadi di hidup saya. Selain itu, dengan format baru ini saya jadi bisa lebih jelas mengevaluasi diri dan apa yang perlu saya perbaiki ke depannya. 

Ini baru seminggu ya? Semoga ini berlanjut dan saya akan beri tahu kembali bagaimana rasanya setelah sebulan saya melakukan kegiatan menulis jurnal ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.